Nop
20

Codeigniter adalah sebuah aplikasi framework.

Codeigniter adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk membangun aplikasi web menggunakan php. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah projek dengan lebih cepat dari biasanya, dengan menyediakan banyak librari yang biasa dibutuhkan serta interface-interface yang mudah untuk mengakses librari-librari tersebut, dan peminimlanan penulisan kode sehingga dengan demikian kita lebih bisa fokus terhadap projek yang sedang kita kembangkan daripada sibuk menulis kode-kode yang rumit dan banyak untuk membuat sebuah modul.

Lisensi Codeigniter

Lisensi codeigniter berada di bawah Apache/BSD-style open source license. Karena sifatnya yang open source maka dia bebas digunakan.

Codeigniter itu ringan.

Core sistem dari CI hanya membutuhkan sedikit librari.  Cukup kontras dengan framework lain yang membutuhkan banyak sekali resource. Librari tambahan dapat dipanggil sesuai kebutuhan. Untuk itulah CI terasa cukup ringan dibandingkan dengan yang lain.

Codeigniter itu cepat.

Benar-benar cepat. Sampai-sampai di user guidenya dikatakan “We challenge you to find a framework that has better performance than CodeIgniter”. :D

Codeigniter menggunakan model M-V-C

Codeigniter menggunakan pendekata Modev-View-Controller yang memungkinkan pemisahan penulisan kode yang bersifat logika dengan kode yang bersifat presentasi.

Codeigniter menghasilkan clean URLs

URLs yang dihasilkan CI bersih dan search-engine friendly.  Artinya dia akan cukup mudah untuk dicari oleh mesin pencari. Berikut contoh dari URL yang dihasil CI :

example.com/news/article/345

Codeigniter menyediakan librari-librari yang sering dibutuhkan dalam mengerjakan projek. Seperti mengakses database, validasi form data, mengelola session,  manipulasi gambar, bekerja dengan XML-RPC data, dan lain-lainnya.

Selain itu codeigniter juga bersifat extensible dimana kita bisa menambahkan librari sendiri, helper, dan lain-lainnya.

Codeigniter tidak membutuhkan tempate engine, meskipun juga menyediakannya, akan tetapi tidak direkomendasikan untuk menggunakan template engine tersebut. Mengapa? karena akan mempengaruhi kecepatan dari aplikasi yang kita buat. Kode yang dihasilkan template engine tentu harus diterjemahkan terlebih dahulu sebelum bisa dijalankan dan ini butuh waktu 2 kali daripada langsung menjalankan kode yang tidak butuh penterjemahan lebih lanjut (php). Selain itu cukup menyusahkan bagi kita karena harus menghafalkan sintaks-sintaks tambahan.

Programmers love to code and hate to write documentation.

:D Begitulah yang sering terjadi, programmer membenci dokumentasi. Namun karena pentingnya dokumentasi maka untuk itulah codeigniter membuat dokumentasi yang cukup lengkap melalui user guidenya.

Jika ingin berinteraksi dengan sesama pengguna CI, atau berdiskusi mengenai berbagai hal tentang codeigniter bisa berkunjung di sini  : http://codeigniter.com/forums/

Category: Codeigniter  Tags:  One Comment
Nop
19

Berikut adalah langkah-langkah untuk menginstal codeigniter :

  1. Unzip paket codeigniter yang telah didownload.
  2. Upload codeigniter ke server anda.
  3. Bukalah file : application/config/config.php dengan text editor dan sesuaikan base URL anda. Sebagai contoh jika anda menginstall codeigniter tepat di bawah document root web server anda maka konfigurasinya adalah sebagai berikut :
    $config['base_url']    = ‘http://localhost/codeigniter/’;
    akan tetapi jika anda menginstal codeigniter di bawah folder framework misalnya, maka konfigurasinya adalah sebagai berikut :
    $config['base_url']    = ‘http://localhost/framework/codeigniter/’;
  4. Sesuaikan konfigurasi database dengan membuka file : application/config/database.php. Berikut ini adalah contoh konfigurasi database di file tersebut :
    $db['default']['hostname'] = ‘localhost’;
    $db['default']['username'] = ‘root’;
    $db['default']['password'] = ”qwerty”;
    $db['default']['database'] = ”codeigniter”;

Untuk meningkatkan keamanan anda bisa mengubah nama folder dari folder berikut : system dan application. Jika anda telah merubahnya, jangan lupa untuk menyesuaikan perubahan anda di file index.php. Bukalah file index.php dan carilah dua buah variabel berikut : $system_path dan  $application_folder dan sesuaikan nilainya dengan perubahan yang telah anda lakukan.

Sebagai contoh jika anda mengubah 2 buah folder tersebut menjadi : sistem dan aplikasi, maka 2 buah variabel ($system_path dan $application_folder) di file index.php harus berisi sistem dan aplikasi.

$system_path = ’sistem’;

$application_folder = ‘aplikasi’;
Di dalam codeigniter disediakan sebuah konstanta bernama ENVIROMENT yang berada di dalam file index.php. Konstanta ini berguna untuk mengatur apakah aplikasi kita dalam taraf development, testing, atau production. Tujuannya adalah apabila kita mengeset environment ke dalam development, maka apabila terdapat kesalahan penulisan kode, maka php akan segera memberitahukan kesalahan yang kita buat. Apabila pembuatan aplikasi telah selesai, maka ubahlah environment nya menjadi production. Berikut adalah kode nya (buka file index.php) :

define(’ENVIRONMENT’, ‘development’); //ubahlah nilai konstan di sini

if (defined(’ENVIRONMENT’))
{
switch (ENVIRONMENT)
{
case ‘development’:
error_reporting(E_ALL & ~E_NOTICE);
break;
case ‘testing’:
case ‘production’:
error_reporting(0);
break;
default:
exit(’The application environment is not set correctly.’);
}
}

Nop
19

Untuk mendownload codeigniter anda bisa mengunjungi alamat ini http://codeigniter.com/downloads/

Nop
19
  1. PHP versi 5.1.6 atau yang lebih baru.
  2. Database yang disuport oleh CI saat ini adalah sebagai berikut : MySQL (4.1+), MySQLi, MS SQL, Postgres, Oracle, SQLite, and ODBC.
Nop
19

Codeigniter adalah sebuah kerangka kerja (framework) yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP. Tujuan dibuatnya framework ini adalah agar memungkinkan bagi penggunanya mengembangkan proyek dengan lebih cepat, meminimalkan penulisan kode sehingga pengguna bisa lebih fokus terhadap proyek yang sedang dia kerjakan. Codeigniter juga menyediakan librari yang cukup banyak beserta interface yang sederhana untuk mengaksesnya.

CI sangat tepat bagi :

  • Mereka yang menginginkan penelusuran kode yang sedikit.
  • Performance yang bagus.
  • Kompatibiliti terhadap standar hosting yang menjalankan berbagai versi php dan konfigurasinya.
  • Sebuah framework yang mendekati hampir 0 konfigurasi atau dengan kata lain “konfigurasi yang sedikit”.
  • Yang tidak menyukai kompleksitas/keruwetan/kerumitan dan menyukai kesederhanaan.

dan masih banyak lagi (sebagaimana yang disebutkan dalam user guide nya :D ).